Akudigi, Metro — Rahmat Mirzani Djausal meminta seluruh bupati dan wali kota di Lampung memberi perhatian serius terhadap kondisi drainase di setiap ruas jalan. Pesan tegas itu disampaikan saat kunjungan kerja meninjau dua ruas jalan di Kota Metro, Senin (23/2/2026).
Didampingi Bambang Iman Utomo, Mirza menemukan persoalan klasik yang terus berulang: saluran air menyempit, tersumbat, bahkan ada yang sengaja ditutup. Dampaknya jelas—air menggenang, banjir tak terhindarkan, dan jalan yang semula mulus berubah cepat rusak.
“Kualitas jalannya sudah baik. Tapi kalau terus tergenang air, pasti rusak. Ini bukan semata soal konstruksi, tapi soal drainase,” tegasnya di lokasi peninjauan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Mirza, banyaknya drainase yang diperkecil atau ditutup menjadi penyebab utama genangan di sejumlah titik. Air yang tidak mengalir lancar mempercepat kerusakan aspal dan membebani anggaran perbaikan setiap tahun.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga infrastruktur. Provinsi membangun jalan, sementara kabupaten/kota bertanggung jawab memastikan infrastruktur pendukungnya—khususnya drainase—berfungsi optimal.
“Kalau provinsi bangun jalannya, maka kabupaten dan kota harus menjaga drainasenya. Jangan sampai anggaran kita habis hanya untuk memperbaiki jalan yang rusak berulang kali karena genangan,” ujarnya.
Sementara itu, Bambang Iman Santoso menyatakan siap menindaklanjuti arahan Gubernur Lampung. Ia menegaskan bahwa saat ini pemerintah daerah telah melakukan perbaikan di sejumlah titik drainase dan akan terus memastikan pemeliharaan berjalan konsisten.
“Kami siap menindaklanjuti arahan Pak Gubernur. Perbaikan sudah kami lakukan dan ke depan akan terus kami jaga agar drainase tetap berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa infrastruktur yang kuat bukan hanya soal kualitas aspal, tetapi juga tentang komitmen bersama menjaga sistem pendukungnya. Tanpa drainase yang baik, jalan sebagus apa pun tak akan bertahan lama.











