Bandar Lampung – Ketua DPRD Provinsi Lampung menegaskan dukungan terhadap pengembangan hilirisasi kakao berbasis agroforestry sebagai strategi meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan kakao yang perlu dioptimalkan melalui pengolahan hasil di tingkat daerah. Hilirisasi dinilai mampu memperkuat daya saing produk, meningkatkan pendapatan petani, serta membuka peluang lapangan kerja baru.
Pendekatan agroforestry atau sistem tanam terpadu yang memadukan tanaman kakao dengan pepohonan lain juga dianggap penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Model ini tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga berkontribusi pada konservasi tanah dan air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
DPRD Provinsi Lampung berkomitmen mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan sektor kakao secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani diharapkan mampu memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil kakao yang berdaya saing dan ramah lingkungan.











